Riset Ilmiah Fenomena Paranormal
Penerbit: R. Linnemann (Dipl.-Ing.) * Internet: http://www.psychowissenschaften.de * Telepon: 049 (5222) 6558 eMail: RoLi@cc.fh-lippe.de

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan disampaikan oleh para GURU dari DIMENSI CAHAYA. Di dalam protokol, suara roh yang masuk dalam rekaman ditandai dengan "(TB...)". Garis bawah dalam teks autentik dengan aslinya. Gugus Kerja terdiri dari kelompok meditasi, yang telah memulai kegiatan meditasi mereka pada tanggal 25 Oktober 1995.

Protokol: Nr. 221, tanggal 19 Oktober 2003

Tema:

Konflik Irak – Tambahan 1

Waktu penyampaian: Pukul 20.30 - 22.00
Penanya: Anggota Gugus Riset
Cara penyampaian: Inspirasi verbal dan penulisan dalam kontemplasi
PARA GURU CAHAYA: ARON, AELIUS, ALBERT, BALTASAR,
BARTHOLOMÄUS, EMANUEL,
EUPHENIUS, JOACHIM, LUKAS, LEONHARD,
MICHAEL, MAGDALENA, TIMOTHY.
GURU SEBELUMNYA: AMENDON, ELIAS, TAI SHIIN, SEATH, SETHAN, SETUN.
Download



Pertemuan tanggal 19 Oktober 2003

 

Tanya : Atas pertanyaan, apakah Irak memiliki bom atom, EUPHENIUS menjawab: "Kami jawab dengan ya. Irak juga memiliki senjata biologis, yang dapat saja ia gunakan. Pertanyaannya, apakah ia menerapkannya.“-

Rupa-rupanya kalian keliru, sebab senjata semacam itu tidak ditemukan. Media massa menulis hal tersebut sebagai propaganda murni pihak sekutu, agar bisa men-jual perang ini secara lebih baik pada rakyatnya sendiri. Tujuan sebenarnya adalah agar dapat mengambil persediaan minyak Irak yang melimpah ruah. Apa tanggapan kalian tentang ini?

SETHAN : Kami ingin menyampaikan pada kalian, bahwa Irak benar-benar memiliki bom a-tom, yang saat ini belum ditemukan, atau belum diketahui lokasinya. Begitu pula I-rak juga mempunyai senjata pemusnah massal, yang belum diterapkannya, karena sangat besarnya kekuasaan dan kekuatan propaganda di pihak sekutu. Negara Irak ini sebetulnya adalah sebuah negara kaya dan memiliki uang yang bisa memanfaat-kan unsur kekuasaan semacam itu. Unsur kekuasaan ini adalah UNSUR KEGELA-PAN. Mereka punya sarana kekuasaan guna membuat dan memproduksi senjata pemusnah massal. Namun salah satu suku Irak ini akan mencegah publikasi dan propagandanya, sebab mereka harus memperhitungkan hal tersebut dengan sesuatu yang lebih berkuasa, yang saat ini bertindak sebagai unsur penghubung dengan ra-kyat. Mereka tidak menggunakan senjata tersebut sekarang, sebab mereka sangat ta-hu, bahwa mereka kemudian tak ada kesempatan untuk bisa bertahan hidup.


 
~*~*~*~*~*~