Riset Ilmiah Fenomena Paranormal

RISET ILMIAH MENGENAI FENOMENA PARANORMAL
Publikasi Pilihan dari Berbagai Bidang Riset Ilmiah Kebatinan
Penerbit: Rolf Linnemann (Dipl.-Ing.) * Steinweg 3b * D- 32108 Bad Salzuflen * Telepon: (05222) 6558


Protokol asli "SEPULUH PERINTAH ALLAH".
 
 
Judul: DEKALOG
Penghubung: Gugus Damai Medial – Berlin
(Medialer Friedenskreis / MFK – Berlin)
Medium: Uwe Speer (17) und Monika-Manuela Speer (15)
SANTINER: Guru Universal ASHTAR SHERAN 
Download

 

Kata-kata dari MAKHLUK ANTAR PLANET yang dipublikasi ini diterima oleh Gugus Damai Medial Berlin, sebuah persekutuan spiritual-kristen, selama beberapa séancen resmi. Sebagian besar merupakan penyampaian secara tertulis yang total otomatis, diterima dalam kondisi tak sadarkan diri oleh medium-medium yang telah teruji selama bertahun-tahun. Penyampaian medial itu lengkap dan dibiarkan orisinil sesuai aslinya. Kerja kedua penulis medial, Monika-Manuela Speer dan Uwe Speer, dimulai saat mereka berusia 17 dan 15 tahun. Seluruh hasil karya MFK-Berlin merupakan kemilau cahaya absolut dari riset ilmiah tentang fenomena paranormal. Sering dicoba oleh kelompok lain untuk meniru MFK-Berlin, namun kualitasnya tidak lagi dapat dicapai. Penggandaan setiap brosur yang dipublikasi ini sangat dibolehkan dan tak ada pembatasan mengenai jumlahnya.


Kata Pengantar

BATU HUKUM TUHAN yang asli tidak ada lagi di bumi ini. Ribuan tahun silam ia dibakar habis dan abunya menjadi kutukan bumi ini. Lembaran padat yang disampaikan para SANTINER, yang tidak bisa lapuk, telah menjadi korban angkara murka. Kata-kata dari Nabi Musa total dipalsukan oleh para pendeta di jaman itu, yang juga merangkap sebagai politikus.

Teks orisinil dari TUJUH PERINTAH yang sebenarnya dan TUJUH TUNTUTAN disampaikan lagi melalui tulisan medial otomatis.

 

Bad Salzuflen, Juli 1996

PERINTAH TUHAN SEMESTA
 
 

I. TUJUH PERINTAH UTAMA
 

  1. Pada mulanya adalah sebuah KEKUATAN tanpa ruang. Ia adalah LOGOS, KECERDASAN tertinggi. Kamu tidak mampu untuk memahami KEKUATAN dan KECERDASAN itu melalui penyamaan apa pun. Kamu tidak boleh menempatkanNya menuruti pertimbanganmu sendiri, melainkan pahamilah melalui akal dan perasaanmu sendiri KECERDASAN itu sebagai PENCIPTA-mu. Semua pemikiran lain ke arah sana tidaklah benar.

  2.  
  3. Kamu tidak boleh bertindak dan hidup melawan HUKUM-HUKUM alam, sebab jika begitu kamu tidak hanya merusak diri sendiri dan jiwamu, melainkan juga banyak keturunanmu, yang tidak bisa ditolong lagi dengan cara apa pun, jika kamu telah merusak ciptaan cerdas dari TUHAN. Kamu bertanggung jawab penuh atas setiap penderitaan di bumi ini.

  4.  
  5. Kamu tidak boleh mengejek atau menekan PENCIPTA-mu sendiri, juga bila kamu tidak dapat mengerti atau memahamiNya dengan pikiranmu yang terbatas, sebab kamu tidak melebihi, melainkan di bawah TUHAN. Karenanya jangan mengotori NAMANYA dan jangan membawa DIA sehubungan dengan pikiranmu sendiri. Jangan mengkritik LOGOS, karena IA itu sempurna berdasarkan PENGALAMANNYA yang tak terhingga dan KEKUATANNYA yang tak terbatas.
     
  6. Berupayalah tanpa lelah, baik dalam pikiran maupun perbuatan. Namun ketahuilah, bahwa pikiran adalah KEKUATAN terbesar dan merupakan WARISAN tertinggi dari TUHAN. Akibat dari pikiranmu tidak terbatas, di sini dan di alam baka. Ingatlah PENCIPTA-mu dengan penuh respek, baik di dalam pengadaan keturunanmu maupun di dalam pembentukan setiap benda, dan ciptakan setiap hal hanya ke arah kebaikan dan jangan pernah ke arah penodaan TUHAN dan kamu sendiri. Hargailah jerih payah tak kenal lelah dari PENCIPTA dan hargailah karya sesamamu, yang mengabdi PENCIPTAAN dalam jerih payah untuk kehormatan TUHAN.
     
  7. Jangan membuat perbedaan antara yang miskin dan yang kaya, juga perbedaan antara yang muda dan yang tua atau antar ras. Hormatilah pengalaman dan hargailah penderitaan. Dengarkan nasihat orang tuamu, selama mereka percaya pada TUHAN, Sang PENCIPTA. Tanpa kepercayaan ini kamu dapat saja kaya, tetapi tidak akan pernah senang, puas, apalagi bahagia.
     
  8. PENCIPTA-mu ingin, bahwa kamu menghargai kehidupan di seluruh dunia sebagai KEKUATANNYA. Kamu tidak berhak untuk menentukan kehidupan sesama manusia. Lawanlah ciptaan negatif dan kehidupan yang merusak hidup. Jangan membunuh hewan untuk kesenanganmu, melainkan hanya untuk pemeliharaan dan keamanan hidupmu sendiri.

  9.  
  10. Jangan melukai sesama manusia, baik tubuhnya atau jiwanya maupun nama baiknya atau harta benda yang diperolehnya sendiri. Jangan merusak pengembangannya, baik cintanya maupun kebebasannya, melainkan bantulah ia setiap waktu dalam segala hal itu, tanpa pamrih. Namun upayakan sumbanganmu untuk KEBENARAN dan untuk keutuhan semua sarana, yang menunjang hidupmu, kesehatanmu, dan pengembangan kerohanian dan kejiwaanmu.



II. TUJUH TUNTUTAN
 

  1. Bercampurlah tidak berdasarkan nafsumu, melainkan dari kesiapan berkorban secara sukarela, untuk membantu jiwa yang terampuni menuju pengertian dan pengenalan diri yang lebih baik dan memeliharanya, sampai ia mencapai kemandirian dalam pikiran dan tindakan.
     
  2. Hargailah isterimu sebagai penyandang yang bertanggung jawab atas KEHENDAK ilahi, KEHIDUPAN ilahi dan sebagai pembuka jalan dari masa depan yang penuh rencana. Kegagalannya berakibat kemusnahan secara perlahan-lahan, tetapi tak terhindarkan.

  3.  
  4. Jangan membagi-bagi kekayaan bumi ini, sebab ia diberikan pada semua ciptaan, khususnya semua manusia tanpa perbedaan luar apa pun. Planet bumi adalah hadiah TUHAN pada seluruh umat manusia, yang hidup di bumi ini dan yang akan pernah hidup.

  5.  
  6. Jangan iri hati pada sesamamu manusia maupun pada suatu kelompok atau bangsa atau ras atau negara, di mana manusia itu hidup; sebab kamu tidak mengetahui dengan kepastian penuh, apakah kamu iri hati itu tidak karena sebuah kesalahan, yang belum dipahami.

  7.  
  8. Jangan menggunakan kekerasan, juga apabila kamu percaya, sebagai yang lebih kuat atau yang diserang; sebab setiap kekerasan adalah sebuah tantangan terhadap kekuatan-kekuatan mengerikan, yang tidak hanya memusnahkan lawanmu melainkan juga kamu sendiri dan mempersulit atau membuat mustahil masa depan keturunanmu.

  9.  
  10. Mintalah bantuan pada LOGOS dalam segala kesulitan dan hindari petunjuk-petunjuk penasihatmu dan musuhmu, yang sama-sama menunggu kehancuranmu.

  11.  
  12. Jangan mempercayai inderamu, sebab hanya jiwamu yang mampu untuk mencapai keputusan terakhir dan dalam pada itu hanya TUHAN yang membantumu dan tak ada lainnya.



  13. * * * * * * *